Mengenai Saya

Foto saya
Kami Mengabdi untuk Sesama
Diberdayakan oleh Blogger.
  • Semacam rumah/markas/gubuk/gudang/sanggar/taman/kelas/dan sekretariat asal muasal berdirinya PKBM Abdi Pratama.

  • Bukan taman hiburan, tapi mampu memberi hiburan, bukan taman bermain, tapi menjadi tempat kami untuk "bermain", representasi Taman Belajar kami, walau terkesan "ndeso" ...tetapi... kami yakin lebih punya banyak makna.

  • PAUD Mentari : Sedini mungkin, menata hati, jiwa dan pikiran tuk ikut serta memajukan anak bangsa

  • Keceriaan warga PKBM Abdi Pratama, tak pandang usia, jumlah nyawa, tingkat ibadah, banyaknya harta, status duda/janda/jejaka, ukuran celana dan semuanya yang berbineka....... kami ber"ika" untuk menjadi warga berdaya.

  • Sebenar-sebenarnya para pejuang bidang pendidikan, tanpa mengharap tanda jasa berupaya menjadikan "mereka" supaya lebih berdaya....

  • Representasi keberadaan kami dalam hidup bermasyakat, berprinsip bebas aktif dan terbuka bagi siapa saja yang hendak bekerjasama/bermitra/ber-mengabdi bersama dan lain sebagainya untuk kemajuan bersama

Sabtu, 17 November 2012

Permasalahan



Dalam melaksnakan program PLS ada beberapa kendala yang dialami oleh PKBM antara lain:

a.       Kesadaran masyarakat akan tentang pendidikan relatif rendah
b.      Tingkat ekonomi masyarakat sasaran masih rendah sehingga sulit diajak swadana dan sangat
      membutuhkan bantuan dana pemerintah.
c.       Kesibukan masyarakat sehingga tidak bisa mengikuti program PLS secara Optimal.
d.   Minimnya Informasi yang diterima masyarakat karena kurangnya sarana dan prasarana.

Tujuan PKBM


Tujuan  Penyelenggaraan PKBM Abdi Pratama
a.   Tujuan Umum
1).    Melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang membutuhkan
2).    Menampung masyarakat putus sekolah agar mendapat pendidikan layak
3).    Memberikan bekal ketrampilan pada masyarakat sekitar
b.  Tujuan khusus
     Meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan dibekali pengetahuan dan ketrampilan


Hasil yang Diharapkan
Dengan adanya PKBM yang bermutu diharapkan :
1.      Terwujudnya kelompok belajar sehingga dapat menampung masyarakat putus sekolah agar mendapat pendidikan layak
2.      Meningkatnya ketrampilan masyarakat sekitar
3   Meningkatnya taraf hidup masyarakat dengan bekal pengetahuan dan ketrampilan yang didapat.

Visi Misi


1.      Visi :

Terwujudnya masyarakat yang beriman, berbudi pekerti luhur, cerdas, terampil, mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya

2.      Misi
1).    Mengupayakan tempat belajar bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan hidup
2).    Memberikan pelayanan belajar bagi warga masyarakat sekitar sesuai kebutuhan yang diinginkan
3).    Memberikan pendidikan ketrampilan sesuai kebutuhan masyarakat

Selasa, 13 November 2012

Curhat: Sapi Berjalan Berdiri Sendiri

Tahu tidak, saya itu orang paling bodoh setubuhku ini. saya ini selalu membuang isi pikiran ke hati, dan hati menguapkan isinya dengan menyemburkan ke pikiranku. mereka berdua selalu melakukannya, terlebih ketika muncul kotoran yang memasuki pikiran---wah bagi pikiran, kotoran adalah amunisi untuk menghujam hati---dengan sekeras tenaga pikiran menghantamkan kotoran ke hati, hati tidak tinggal diam, secepat itu pula membakar kotoran dengan suhu tertinggi--bahkan emaspun bisa leleh olehnya--, lalu melemparkan limbahnya ke pikiran. begitulah seterusnya hingga detik ini.itulah saya, dengan pikiran dan hati saya. oh ya...kala yang datang darah menghampiri hati--wah, hati kegirangan punya teman untuk membanjiri dengan darah---, maka darah sigap mencampurkannya dengan racun untuk dengan segera di hujankan tepat di atas pikiran sampai kota pikiran tenggelam oleh darah beracun. dalam kondisi ini, saya sadar tapi perlu disadarkan akan kebenaran dan kebaikan masa depan. bisa saja dalam kondisi ini saya menjadi manusia penuh dosa, bisa pula saya memerahkan keputihan mata lengkap dengan keganasan muka berapi-api kemurkaan.
sampai detik ini, saya masih menapaki jalan mencari burung merpati pemakan pikiran dan hati dengan harapan, segera menyingkirlah derita pikiran dan hati yang terus saja saling tak seirama. terlebih lagi ketika lantunan lagu kehidupan menggoyangkan koplo bergemakan sound system sepuluh ribu watt, sejenak hati dan pikiran bergoyang bersama menikmati kegilaan akan kenikmatan sesaatm kenikmatan yang nikmat namun pahit dan sakit keduanya---hati dan pikiran--, sakit atas hujatan dan pemerkosaan hati dan pikiran manusia yang lain. ternyata rasa itu lebih sakit-bahkan sangat sakit, saking sakitnya pikiran ingin menghilang dari perseteruannya dengan hati.
kawan biarkanlah perseteruan hati dan pikiran ini tetap berjibagu dalam jiwa saya, kawan jangan mengusiknya, karena sejatinya hati dan pikiran ini tidak bisa didamaikan, tidak bisa diusik. biarkanlah sakit perseteruan ini mendarah daging membuat sesosok makhluk yang lebih bijaksana. terima kasih....

Site search

    Artikel Kategori

    Unordered List

    More Text